Monday, December 22, 2008

Sejuta Harapan Kera Ngalam 2009




Tahun Baru. Cepat sekali rasanya tanpa sadar tahun 2009 sudah di depan mata. Berbagai peristiwa sudah kita lalui bersama. Malang pun terus berbenah menjadi kota penuh harapan bagi penduduknya. Tapi, apa iya Malang di tahun 2008 sudah menjadi seperti yang diharapkan warganya? Apa iya wakil rakyat di DPRD sudah cukup menampung aspirasi dan harapan warga Malang akan kotanya?
Untuk itu, dalam menyambut Tahun Baru 2009 ini, Pakandayu mengadakan:
"Sejuta Harapan Kera Ngalam 2009"
Pakandayu akan berkeliling Kota Malang dengan spanduk sepanjang 200,9 meter dan menghimpun harapan masyarakat Kota Malang akan Kota Malang di Tahun 2009 nanti. Acara ini akan dilaksanakan mulai tanggal 28 - 31 Desember 2008 dan puncaknya akan berlangsung di halaman Balai Kota Malang pada malam tahun baru 2009. Warga Malang bebas menuliskan harapan-harapan tentang Kota Malang pada spanduk yang disediakan.
Pada tanggal 31 Desember 2008, spanduk akan dililitkan di bagian dalam taman Alun-Alun Tugu sehingga bisa diaca oleh seluruh warga Malang. Tentunya pada akhir acara, spanduk berisi harapan masyarakat Malang ini akan diserahkan kepada Bapak Wali Kota Malang supaya dibaca dan ditindaklanjuti.
Tidak hanya itu, bagi penulis-penulis harapan di spanduk, nantinya akan diberi kupon yang akan diundi pada tanggal 31 Desember 2008 pukul 19.00 di Halaman Balai Kota, dan bagi 3 orang yang beruntung akan mendapatkan masing-masing 1 unit handphone! Selain itu pemenng akan diumumkan via marikemalang.blogspot.com
Mari berpartisipasi demi Kota Malang Tercinta!!!!
(mi)

Tour! Tour! Tour!


pulau penyu
Sekitar 2 bulan yang lalu, perwakilan Pakandayu diberi kehormatan untuk menikmati 4 hari 2 malam di Pulau Bali. Kesempatan ini diberikan sponsor Kakang Mbakyu 2008 kemarin, yaitu Tanjung Permai Tour and Travel. Bisa dibilang kita belajarlah dari Bali tentang pariwisata, kita juga sempat dikunjungi Duta Pariwisata Bagus Bali. Tapi kalau cerita tentang wisata macam begini, foto-foto lebih oke lah ya daripada kata-kata. A picture says a thousand words! So, please enjoy the shoots (mi)



kunjungan Bagus Teruna Denpasar

tembok kita


1 2 3 poooose --Tari Barong;Putra Barong



Mbakyu Primi, Kakang Okta, dan penyu yang heboh




the beach,,,,



































Monday, December 15, 2008

Pakandayu Goes To Kangmas Nimas Kota Batu 2008 Final Night


Setelah hadir dalam malam pemilihan Joko Roro Kabupaten Malang 2008 kali ini kami dari Pakandayu mendapatkan satu kehormatan lagi untuk dapat menghadiri Malam Grand Final Duta Wisata Kangmas Nimas Kota Batu 2008. Berikut liputannya:


Minggu, 30 November 2008 menjadi hari yang paling berbahagia bagi Kangmas Hasby dan Nimas Rika setelah mereka berdua dinyatakan sebagai peraih gelar duta wisata Kangmas Nimas Kota Batu tahun 2008. Dari 20 finalis yang tersaring akhirnya mereka berdua dinyatakan layak untuk meraih gelar tersebut dan secara otomatis mewakili Kota Batu dalam pemilihan Raka Raki Jawa Timur 2009.

Malam grand final yang berlangsung di Hotel Purnama Kota Batu terasa sangat ramai dan heboh dengan dukungan dan yel-yel para supporter dari 20 finalis. Selain itu dalam acara ini dtampilkan juga tarian daerah yang sangat menarik dan atraktif.

Grand final malam itu juga dihadiri oleh teman-teman duta wisata lainnya. Seperti dari Raka Raki Jawa Timur (Raka Ibroz & Raki Danis), Joko Roro Kabupaten Malang (Joko Puguh dan Roro Lili) dan pastinya dari Kakang Mbakyu Kota Malang yang diwakili oleh Kakang Agyl dan Mbakyu Tata.


Selain sebagai perwakilan dalam parade duta wisata hadir pula teman-teman lainnya dari paguyuban sebagai undangan. Paguyuban Joko Roro, Paguyuban Kangmas Nimas dan kami dari Pakandayu. Bisa dibayangkan kan kalau 3 paguyuban duta wisata se-Malang Raya berkumpul dalam satu acara? Pastinya seru dan tetap "membahana". Malam itu kami dari Pakandayu hadir dengan balutan busana serba batik. Kakang-kakangnya tetap ganteng dan para Mbakyunya juga tak mau kalah untuk tampil cantik.


Sekian liputan dari Malam Grand Final Kangmas Nimas Kota Batu 2008. Selamat bertugas untuk para pemenang, semoga dapat membuat pariwisata Kota Batu semakin maju dan semoga lain waktu dapat bekerja sama dengan kami dari Pakandayu. Sekali lagi, congratulation!! (ry)

Sunday, December 14, 2008

Pakandayu “Membahana” Di Grand Final Joko Roro Kab.Malang 2008

Jawa Timur memang sarangnya pemilihan duta wisata. Satu lagi ajang pemilihan bergengsi yang menjadi tetangga kami dari Kabupaten Malang. Kali ini ajang pemilihan Joko Roro Kabupaten Malang kembali digelar dan bertempat di Restoran Victoria Karanglo pada Sabtu 15 November 2008 malam grand finalpun dihelat.


Kami dari Kakang Mbakyu Kota Malang 2008 merasa terhormat karena mendapat undangan untuk menghadiri acara ini. Tidak hanya kami dari angkatan 2008 tetapi hadir juga teman-teman senior dari Kakang Mbakyu lainnya. Pada acara kali ini Kakang Bahtiar dan Mbakyu Winda mendapat giliran tugas sebagai perwakilan Kakang Mbakyu Kota Malang 2008 untuk parade duta wisata.


Seperti biasa beraksi didepan kamera sepertinya sudah menjadi keharusan di setiap acara yang kami hadiri. Dengan dresscode berwarna serba hitam teman-teman dari Pakandayu lainnya terlihat tetap "membahana" malam itu.


Menjelang akhir acara setelah melalui berbagai tahap penilaian akhirnya terpilih Joko Olin dan Roro Grace sebagai Joko Roro Kabupaten Malang 2008 dan mereka bertugas untuk meneruskan perjuangan Joko Ryan dan Roro Riris, Joko Roro Kabupaten Malang sebelumnya dalam mempromosikan pariwisata daerah mereka. Selamat untuk Joko Olin dan Roro Grace. Semoga bisa bekerja sama dengan kami Kakang Mbakyu Kota Malang 2008. (ry)


Monday, December 8, 2008

Malang Punya Batik Malangan…



Batik memang sudah dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Batik sangat melekat pada budaya Indonesia. Batik pula yang menjadi tradisi bangsa Indonesia sejak jaman nenek moyang dan menjadi kebanggaan kita hingga saat ini. Kain batik yang sempat diklaim milik pihak lain sekarang ini mulai kembali diperebutkan oleh masyarakat Indonesia. Saat ini Indonesia-pun mulai gencar melakukan berbagi cara untuk melestari kembali kain batik yang memang asli khas Indonesia.

Dan seiring perjalanan waktu, batik di Indonesia mulai bervariasi. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki cirri khas batiknya masing-masing dan batik mempunyai jenis yang sangat beragam. Antara lain adalah batik Solo, Batik Pekalongan, Batik Madura, dan Batik Kalimantan. Oleh karena itu, Kota Malang juga tidak mau tertinggal dalam usaha pelestarian batik. Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Malang pada Selasa (01/04/2008) yang lalu , Kota Malang mendapatkan kado istimewa berupa salah satu penambahan identitas yang menjadi ciri khas Kota Malang yaitu Batik Malang.

Dwi Cahyono, salah satu anggota tim pembuat Batik Malang Batik Malang mengatakan bahwa awalnya batik tersebut merupakan hasil lomba batik yang diselenggarakan oleh PKK Kota Malang. Melalui lomba itu diharapkan akan ditemukan desain batik khas Malang. Atau mungkin ditemukannya kembali desain batik Malangan, jika memang telah ada.Selanjutnya hasil lomba itu dikembangkan sampai menjadi hasil akhir seperti saat ini. Minimal ada tiga perameter yang akan dijadikan acuan dalam penilaian terhadap desain dari peserta lomba. Pertama, adanya keterkaitan budaya dan tradisi. Kedua keserasian dan kesatuan elemen desain, terakhir kreativitas. Berdasarkan hasil rembugan dengan pakar budaya Malang, lanjut Heri desain batik harus mencerminkan Malang yang kental dengan tradisi sejarah. Terdapat minimal dua kerajaan besar yang pernah berdiri di Malang yakni Kenjuruan dan Singosari.
Bukan hanya itu, saat ini kerajinan keramik dan batik khas Malang, yang dibikin oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), telah berhasil dipamerkan di pameran internasional Perth Royal Show, Australia, pada 29 September hingga 6 Oktober yang lalu. Hal ini merupakan salah satu bentuk usaha Kota Malang dalam mengembangan potensi seni dan budaya yang ada di Kota Malang hingga ke manca negara. Sekalipun keramik Malang masih kalah bersaing dengan keramik China di pasar dunia, kata Soegiantoro, pihaknya tetap optimistis akan mampu menembus pasar internasional, karena keramik Malang memiliki ciri khas dan spesifikasi unik yang tidak dimiliki oleh keramik negara-negara lain. Lanjutnya, keramik asli Malang memiliki karakter natural dan gaya tropis yang cukup kuat serta dibuat dengan metode handmade. Diharapkan, katanya lagi, keramik itu mampu menarik minat para pengunjung dan, lebih jauh lagi, meningkatkan penjualan ke luar negeri (ekspor). (taa)

Pakandayu Road To Pesona Budaya dan Pariwisata Kota Malang






Sebuah pengalaman baru bagi perwakilan Kakang Mbakyu Kota Malang 2008 yang ikut serta dalam perjalanan mempromosikan aset wisata Kota Malang pada tanggal 22 November kemarin. Rombongan yang berangkat beserta para penari, kru pendukung, dan perwakilan dari Dinas Parinkom Kota Malang meninggalkan Kota Malang pada tanggal 20 November setelah acara pelepasan kontingen di Balai Kota Malang. Sejumlah perlengkapan yang dibutuhkan selama acara, termasuk juga barang-barang untuk pemeran sengaja dipersiapkan dari Malang.
Perjalanan yang memakan waktu cukup lama tersebut langsung terobati melihat persiapan-persiapan yang telah dilakukan oleh pihan Anjungan Jawa Timur TMII. Acara penyambutan kontingen yang harusnya dilakukan pada siang hari terpaksa dibatalkan karena keterlambatan kontingen hingga sore hari. Tapi semua itu tidak menyurutkan semangat para penari, penata musik, dan kru pendukung untuk melanjutkan gladi kotor dan gladi resik. Perwakilan Kakang dan Mbakyu 2008 juga turut andil dalam persiapan acara yang berlangsung hingga malam hari itu. Usai menuntaskan gladi resik, para penari, penata musik, dan kru pendukung dipersilahkan untuk beristirahat di kamar-kamar yang telah disediakan.


Pada hari H, penari dan penata musik masih digembleng lagi dengan persiapan-persiapan yang lebih mendalam agar acara yang berlangsung pada malam harinya dapat berlangsung dengan sangat baik, tanpa kesalahan yang berarti, dan untuk memuaskan para tamu yang hadir. Dan tepat pukul 20.00 acaranya yang dibuka oleh Tari Monel mampu membius para penonton yang hadir, termasuk juga para duta besar yang hadir. Tarian berikutnya adalah Tari Emban Edreg yang dapat mengundang tawa para penontonnya. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Walikota Malang dan pada puncak acara, sebuah sendratari hasil garapan Winarto, S.Sn ini disajikan dengan kesan tersendiri.
Selepas acara yang telah dipersiapkan selama 2 bulan lebih itu, perwakilan Kakang dan Mbakyu, para penari, penata musik, dan kru pendukung mendapatkan kesempatan untuk menikmati keindahan TMII. Mulai dari museum tempat penyimpanan barang-barang koleksi milik Presiden Pertama RI hingga mendapat kesempatan menonton di Teater Keong Mas. Dan selepas makan siang tanggal 23 November, rombongan meninggalkan Jakarta dengan segudang pengalaman baru. Tentunya dengan rasa bangga telah berhasil menyajikan sajian khas Kota Malang di hadapan duta besar negara sahabat. Perjalanan menuju Malang-pun, terhenti sejenak di Kota Jogjakarta untuk memberikan kesempatan rombongan membeli buah tangan khas Jogjakarta. Perjalananpun kembali dilanjutkan dan tiba di Kota Malang tercinta pada tanggal 24 November pukul 19.30 WIB. (taa)

Pesona Budaya dan Pariwisata Kota Malang di TMII



Seni dan budaya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari aktivitas rutin di Kota Malang. Beberapa pertunjukkan seni sering kali digelar di setiap sudut kota. Di kota Malang masih banyak tumbuh kembang baik secara individu atau kelompok yang secara aktif berkarya untuk seni dan budaya. Dan sungguh prestasi yang membanggakan bagi Kota Malang karena pada tanggal 22 November 2008 kemarin, Kota Malang berhasil mempersembahkan sebuah sajian seni dan budaya di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Sebenarnya, acara yang diselenggarakan di Anjungan Jawa Timur TMII itu bukan pertama kalinya bagi kota Malang, namun acara kali ini merupakan sebuah pengalaman baru bagi Kakang dan Mbakyu 2008. Beberapa tarian dipersembahkan malam itu yaitu Tari Emban Edreg, yang menunjukkan pada orang yang mengapdikan dirinya kepada sang tuan dengan bakti, dan Tari Monel, yang terinspirasi oleh kesenian yang tumbuh dan berkembang di daerah Malang, yaitu Jaran Monelan dengan permainannya menggunakan properti mirip kuda yang terbuat dari anyaman. Dalam acara ini juga dipersembahkan sebuah sendratari yang berjudul SATRIO GARUDHO PINILIH. Sendratari yang menceritakan tentang Ken Arok ini merupakan inti dari acara Pesona Budaya Kota Malang.



Sebuah acara apik dan dikemas rapi hasil garapan dari Winarto, S.Sn itupun berhasil memikat para penontonnya. Bukan hanya dari penggemar seni dan budaya lokal tetapi juga para duta besar negara sahabat yang juga hadir. Sejumlah duta besar negara sahabat terlihat sangat menikmati acara tari-tarian yang disajikan. Bukan hanya tarian saja yang disuguhkan malam itu, pameran hasil kerajinan masyarakat Malang juga itu ditampikan sebagai satu kesatuan sajian apresiasi seni Kota Malang.
Acara yang dimulai sejak pukul 19.00 itu mulai dipadati penonton yang ingin menikmati sajian khas dari Kota Malang. Ketika para tamu memasuki gerbang Anjungan Jawa Timur, para tamu disambut oleh jajaran Kakang dan Mbakyu Kota Malang yang turut berperan serta dalam acara tersebut. Sedangkan sederetan pameran hasil kerajinan seperti glass painting, lukisan dari kain batik, topeng malangan, dll menjadikan hiburan tersendiri bagi para tamu dan Duta Besar negara sahabat.


Pagelaran seni dan budaya Malangan itupun diakhiri dengan penyerahan cenderamata dari Pemerintah Kota Malang yang diserahkan oleh Bapak Walikota Malang, Bapak Peni Suparto bagi para duta besar negara sahabat yang hadir pada malam hari itu. Acara yang terbilang sukses itu didukung oleh puluhan penari dan para penata musik yang memang sangat mendalami karakter masing-masing dalam setiap tarian yang dibawakan. Acara yang berakhir pukul 22.00 berhasil menyajikan cuplikan kecil indahnya pesona seni budaya dan wisata Kota Malang. (taa)